Jumat, 02 Desember 2011

Semut yang Cerdik

Suatu hari, Nabi Sulaiman AS memperhatikan dengan seksama aktivitas semut yang sedang sibuk mengumpulkan biji-biji gandum. Satu sama lain terlihat akrab, sesekali mereka saling tegur sapa. Akhirnya, terjadilah dialog Nabi Sulaiman dengan seekor semut.

"Wahai semut, saya lihat kalian sangat rajin bergotong royong untuk mencari makan."

"Begitulah, yang mulia, sebab hamba yang lemah dan kecil ini tidak sanggup bekerja sendirian, hamba harus selalu bekerja sama untuk mengangkut biji-bijian yang besarnya melebihi tubuh hamba," jawab semut.

Just The Way You Are

Seorang pria dan wanita menikah dan acara pernikahannya sungguh meriah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam jas/tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Kamis, 22 September 2011

Tanda Kasih dalam Sebutir Padi

Alkisah, ada dua bersaudara yang sama-sama bekerja di ladang milik keluarga mereka. Yang seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar. Sedangkan yang seorang lagi, masih melajang. Suatu hari, ketika panen telah tiba, kedua bersaudara itu membagi sama rata hasil yang mereka peroleh.

Setelah masing-masing menerima bagiannya, yang sama besar, keduanya berpikir.

Mencari Tetangga di Surga

Ialah Abu Yazid al-Bustami yang dikenal rajin bermunajat kepada Allah. Pada suatu hari ia melamun. “Aku berharap kelak menjadi tetangga Rasulullah saw di surga.” Ketika tersadar, tiba-tiba terdengan suara menyeru.

“Ada seorang hamba yang kelak akan menjadi tetanggamu di surga. Ia tanggal di negeri ini.” Kata suara itu.

Gundah benar hati Abu Yazid al-Bustami hingga ia memutuskan untuk mencari sang sahabat itu.

Kamis, 26 Mei 2011

Semangat Sang Kodok

Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan.

Malangnya, dua di antara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut.

Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati.

 

Cerita Seekor Keledai

Suatu hari keledai tua milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur itu juga perlu di timbun (ditutup) karena berbahaya; jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Maka ia mengajak tetangganya untuk datang membantu. Mereka membawa sekop, dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

The Power of Words


Ada dua orang pria yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.