Jumat, 25 Maret 2011

Belajar dari Pohon Tua

Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya. Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. 

Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang. 

Rabu, 16 Februari 2011

Kerja Keras Sang Semut

Saudaraku, tentu pernah membeli susu kental manis dalam kaleng bukan? Begitupun saya. Setiap kali membeli susu kaleng, setelah kalengnya dilubangi biasanya saya simpan dalam mangkuk yang telah terisi air, dengan maksud terhindar dari semut.

Suatu pagi, sebelum berangkat kerja, saya menyiapkan minuman hangat favorit, segelas air teh hangat dicampur susu dalam kaleng. Sebelum menuangkan susu ke dalam gelas, kulihat di air dalam mangkok tempat susu itu beberapa ekor semut yang sudah tak bernyawa.

Jumat, 10 Desember 2010

Menciduk Air dengan Keranjang

Di sebuah kaki bukit, tinggallah seorang kakek bersama cucunya. Setiap bangun pagi-pagi, kakek itu mengawali harinya dengan beribadah shalat dan membaca Al-Qur'an. Rutinitas itu pun dilakukannya sejak masih muda hingga usianya renta. Sang cucu, yang karena dia tinggal serumah dengan kakeknya, secara alamiah mengikuti kebiasaan kakeknya tersebut.

Namun ada yang mengganjal di hati sang cucu tersebut setiap kali dia melihat kakeknya membaca Al-Qur'an. Dia tahu kalau kakeknya tidak pernah belajar bahasa Arab dan sama sekali tidak mengerti apa arti setiap ayat yang dibacanya dalam Al-Qur'an.



Rabu, 27 Oktober 2010

Juang Cinta Para Wanita

“Wahai Abu Utsman,” kata perempuan itu, “Sungguh aku mencintaimu.”

Suasana hening sejenak. “Aku memohon, atas nama Allah, agar sudilah kiranya engkau menikahiku,” lanjutnya.

Lelaki yang bernama lengkap Abu Utsman An Naisaburi itu diam. Ada keterkejutan dan kegamangan dalam dirinya tatkala mendengar perkataan perempuan yang datang kepadanya itu. Ia tidak mengenal perempuan ini dengan baik. Namun, tiba-tiba saja perempuan ini datang menemuinya dan menyatakan rasa cintanya yang dalam kepadanya. Bahkan saat itu pula, atas nama Allah, perempuan itu meminta pada Abu Utsman untuk menikahinya. Seakan keterkejutan yang dirasakan Abu Utsman bertumpuk-tumpuk di atmosfir hatinya.


Jumat, 15 Oktober 2010

Onta Itu Mengadu Kepada Rasulullah

Suatu hari Rasulullah keluar rumah untuk satu tujuan dengan menunggangi untanya. Abdullah bin Jafar ikut membonceng di belakangnya. Ketika mereka sampai di pagar salah seorang kalangan Anshar, tiba-tiba terdengar lenguhan seekor unta.

Unta itu menjulurkan lehernya ke arah Rasulullah saw. Ia merintih dan air matanya jatuh berderai. Rasulullah saw mendatanginya Unta tersebut. Beliau mengusap belakang telinga unta itu. Dan unta itu pun tenang. Diam.

Sedekah Tukang Becak

Memberi itu tidak hanya terbatas pada harta. Memberi manfaat kepada orang lain dengan tenaga, pikiran, dan waktu adalah sesuatu yang tidak akan sia-sia. Energi dan jerih payah yang keluar akan ada gantinya yang lebih baik dari Allah Swt. Tentu saja ikhlas dan ridha menjadi syarat pula di sini. Sebab kebaikan apapun, jika tanpa dua hal itu tidak akan ada artinya di sisi Allah.

Rasulullah Saw pernah bersabda di hadapan para sahabat, “Setiap Muslim wajib bersedekah.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana bila ia tidak mempunyai apa-apa untuk disedekahkan?” Beliau menjawab, “Hendaklah ia bekerja sehingga hasilnya dapat ia manfaatkan untuk dirinya dan dapat ia sedekahkan.” Sahabat kembali bertanya, “Bagaimana kalau ia tidak sanggup?” “Hendaklah ia membantu orang yang memerlukan bantuan,” jawab Beliau. (HR Bukhari)

Rabu, 29 September 2010

Kalajengking dan Pemabuk


Yusuf bin Al Husein bercerita, ketika ia pergi bersama Dzin Nun Al Mishri di tepi sebuah sungai, ia melihat seekor kalajengking besar. Di dekatnya muncul seekor katak yang juga besar. Kalajengking itu naik ke punggung katak yang kemudian menyeberang ke sisi sungai lain.

Dzin Nun mengatakan, “Kalajengking ini punya suatu keperluan, ayo kita ikuti dia !.” Kami lalu mengikuti kalajengking itu yang ternyata menghampiri seseorang yang sedang tidur dalam kondisi mabuk.