Jumat, 10 Desember 2010

Menciduk Air dengan Keranjang

Di sebuah kaki bukit, tinggallah seorang kakek bersama cucunya. Setiap bangun pagi-pagi, kakek itu mengawali harinya dengan beribadah shalat dan membaca Al-Qur'an. Rutinitas itu pun dilakukannya sejak masih muda hingga usianya renta. Sang cucu, yang karena dia tinggal serumah dengan kakeknya, secara alamiah mengikuti kebiasaan kakeknya tersebut.

Namun ada yang mengganjal di hati sang cucu tersebut setiap kali dia melihat kakeknya membaca Al-Qur'an. Dia tahu kalau kakeknya tidak pernah belajar bahasa Arab dan sama sekali tidak mengerti apa arti setiap ayat yang dibacanya dalam Al-Qur'an.



Rabu, 27 Oktober 2010

Juang Cinta Para Wanita

“Wahai Abu Utsman,” kata perempuan itu, “Sungguh aku mencintaimu.”

Suasana hening sejenak. “Aku memohon, atas nama Allah, agar sudilah kiranya engkau menikahiku,” lanjutnya.

Lelaki yang bernama lengkap Abu Utsman An Naisaburi itu diam. Ada keterkejutan dan kegamangan dalam dirinya tatkala mendengar perkataan perempuan yang datang kepadanya itu. Ia tidak mengenal perempuan ini dengan baik. Namun, tiba-tiba saja perempuan ini datang menemuinya dan menyatakan rasa cintanya yang dalam kepadanya. Bahkan saat itu pula, atas nama Allah, perempuan itu meminta pada Abu Utsman untuk menikahinya. Seakan keterkejutan yang dirasakan Abu Utsman bertumpuk-tumpuk di atmosfir hatinya.


Jumat, 15 Oktober 2010

Onta Itu Mengadu Kepada Rasulullah

Suatu hari Rasulullah keluar rumah untuk satu tujuan dengan menunggangi untanya. Abdullah bin Jafar ikut membonceng di belakangnya. Ketika mereka sampai di pagar salah seorang kalangan Anshar, tiba-tiba terdengar lenguhan seekor unta.

Unta itu menjulurkan lehernya ke arah Rasulullah saw. Ia merintih dan air matanya jatuh berderai. Rasulullah saw mendatanginya Unta tersebut. Beliau mengusap belakang telinga unta itu. Dan unta itu pun tenang. Diam.

Sedekah Tukang Becak

Memberi itu tidak hanya terbatas pada harta. Memberi manfaat kepada orang lain dengan tenaga, pikiran, dan waktu adalah sesuatu yang tidak akan sia-sia. Energi dan jerih payah yang keluar akan ada gantinya yang lebih baik dari Allah Swt. Tentu saja ikhlas dan ridha menjadi syarat pula di sini. Sebab kebaikan apapun, jika tanpa dua hal itu tidak akan ada artinya di sisi Allah.

Rasulullah Saw pernah bersabda di hadapan para sahabat, “Setiap Muslim wajib bersedekah.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana bila ia tidak mempunyai apa-apa untuk disedekahkan?” Beliau menjawab, “Hendaklah ia bekerja sehingga hasilnya dapat ia manfaatkan untuk dirinya dan dapat ia sedekahkan.” Sahabat kembali bertanya, “Bagaimana kalau ia tidak sanggup?” “Hendaklah ia membantu orang yang memerlukan bantuan,” jawab Beliau. (HR Bukhari)

Rabu, 29 September 2010

Kalajengking dan Pemabuk


Yusuf bin Al Husein bercerita, ketika ia pergi bersama Dzin Nun Al Mishri di tepi sebuah sungai, ia melihat seekor kalajengking besar. Di dekatnya muncul seekor katak yang juga besar. Kalajengking itu naik ke punggung katak yang kemudian menyeberang ke sisi sungai lain.

Dzin Nun mengatakan, “Kalajengking ini punya suatu keperluan, ayo kita ikuti dia !.” Kami lalu mengikuti kalajengking itu yang ternyata menghampiri seseorang yang sedang tidur dalam kondisi mabuk.

Kamis, 23 September 2010

Nenek Pemungut Daun

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.


Di Atas Pasir Kucatat Semua Keburukan

Kisah di bawah ini, dengan berbagai versi, mungkin saja pernah Anda dengar atau Anda baca. Itu tidak jadi masalah. Yang pasti, saya tetap ingin menuliskannya untuk Anda, dengan harapan ada hikmah yang bisa kita petik bersama. Begini kisah selengkapnya.

Dua orang sahabat sedang melakukan perjalanan panjang di sebuah daerah berpadang pasir. Ketika mereka ngobrol sembari beristirahat, lahirlah perbedaan pendapat yang berujung pada perasaan kesal. Rupanya saking kesalnya si A terhadap si B, tanpa terkontrol akhirnya si A menampar pipi si B.