Rabu, 23 April 2014

Kisah Penuh Hikmah Tentang Kesempurnaan

Suatu hari, seorang murid bertanya kepada gurunya: “Wahai tuan guru, bagaimana cara agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam kehidupan ini..?”

Sang Guru menjawab: “Berjalanlah di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah kembali ke belakang..!”
Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, sang murid kembali dengan tangan hampa.


Rabu, 04 Desember 2013

Garam dan Telaga



Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air.

Rabu, 27 November 2013

Buah Hasil Kerja yang Tersembunyi


Segerombolan murid-murid sekolah dasar berjalan menapaki tepian parit di persawahan dan ladang nan luas. Mereka mengikuti langkah guru mereka yang sesekali menunjuki mana jenis pohon yang mungkin belum mereka ketahui.
“Anak-anakku, inilah pepohonan yang mungkin sering kamu sebut, tapi baru kali ini kamu jumpai,” ujar sang guru ketika mereka berhenti di tanah kosong di sebuah ladang. “Di sini ada pohon cabai, tomat, terung, mentimun, pepaya, jagung,” tambah sang guru sambil menunjuk ke ladang-ladang yang telah mereka lewati.
Seorang anak mengangkat tangan sambil berdiri di sebuah kumpulan pohon jangkung yang berdaun seperti telapak tangan terbuka. “Pak guru, kalau ini pohon apa?” ucapnya kemudian.

Jumat, 02 Desember 2011

Semut yang Cerdik

Suatu hari, Nabi Sulaiman AS memperhatikan dengan seksama aktivitas semut yang sedang sibuk mengumpulkan biji-biji gandum. Satu sama lain terlihat akrab, sesekali mereka saling tegur sapa. Akhirnya, terjadilah dialog Nabi Sulaiman dengan seekor semut.

"Wahai semut, saya lihat kalian sangat rajin bergotong royong untuk mencari makan."

"Begitulah, yang mulia, sebab hamba yang lemah dan kecil ini tidak sanggup bekerja sendirian, hamba harus selalu bekerja sama untuk mengangkut biji-bijian yang besarnya melebihi tubuh hamba," jawab semut.

Just The Way You Are

Seorang pria dan wanita menikah dan acara pernikahannya sungguh meriah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam jas/tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Kamis, 22 September 2011

Tanda Kasih dalam Sebutir Padi

Alkisah, ada dua bersaudara yang sama-sama bekerja di ladang milik keluarga mereka. Yang seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar. Sedangkan yang seorang lagi, masih melajang. Suatu hari, ketika panen telah tiba, kedua bersaudara itu membagi sama rata hasil yang mereka peroleh.

Setelah masing-masing menerima bagiannya, yang sama besar, keduanya berpikir.

Mencari Tetangga di Surga

Ialah Abu Yazid al-Bustami yang dikenal rajin bermunajat kepada Allah. Pada suatu hari ia melamun. “Aku berharap kelak menjadi tetangga Rasulullah saw di surga.” Ketika tersadar, tiba-tiba terdengan suara menyeru.

“Ada seorang hamba yang kelak akan menjadi tetanggamu di surga. Ia tanggal di negeri ini.” Kata suara itu.

Gundah benar hati Abu Yazid al-Bustami hingga ia memutuskan untuk mencari sang sahabat itu.